
Setelah kita mendengarkan laporan dari Menteri Kesehatan dan kita bahas secara mendalam untuk sebuah sinkronisasi dan sinergi dengan apa yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan dengan Kementerian, lembaga-lembaga pemerintah yang lain, maka saya ingin menyampaikan hal-hal penting yang perlu diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia, kebijakan, program, dan langkah nyata pemerintah, khususnya tahun ini dan tahun-tahun mendatang.
Pertama, program dan prioritas kegiatan di sektor kesehatan untuk tahun 2008 yang kita harus sukseskan adalah upaya untuk menurunkan, secara terus menerus, angka kematian ibu dan angka kematian bayi pada saat ibu melahirkan atau pada saat bayi itu dilahirkan. Ini juga menjadi ukuran dari millenium development goals dan ukuran dari pembangunan sektor kesehatan di negeri kita. Perlu saya sampaikan kepada Saudara-saudara bahwa tren atau kecenderungan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi ini berlangsung dengan baik, secara kuantitatif bisa dijelaskan pada saatnya nanti oleh Menteri Kesehatan. Kita ingin melanjutkan upaya ini agar lebih cepat lagi penurunan yang bisa kita bisa lakukan, tentu sesuai dengan sasaran yang telah kita tetapkan, baik di dalam RPDMN maupun rencanarencana
strategis yang lain.
Kita juga menggarisbawahi perlunya sistem transfusi darah yang baik, darah itu tersedia, dan apabila diperlukan untuk penyelamatan ibu dan anak, apabila ada permasalahan dalam proses kelahiran itu bisa segera kita berikan. Kita juga berharap ada satu payung hukum yang kita kemasakinikan yang kita update sehingga terjadi sinkronisasi yang baik antara Departemen Kesehatan, sebagai bagian dari pemerintah, dengan Palang Merah Indonesia ataupun pihak-pihak lain yang ikut mengelola transfusi darah di negeri kita. Dalam kaitan ini kita juga menggarisbawahi perlunya kembali kita revitalisasikan program Keluarga Berencana. Ini sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kita dan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan rakyat dikaitkan dengan daya dukung ekonomi di negeri ini.
Kita juga menggarisbawahi dan kita bahas secara mendalam perlunya terus meningkatkan jumlah dan mutu dari sumber daya manusia kesehatan, para dokter umum, dokter spesialis, tenaga medis, bidan, dan lain-lain, yang juga sangat penting untuk bisa menurunkan AKI dan AKB ini. Kita sependapat untuk terus melanjutkan yang disebut dengan program P3K atau P4K, Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi yang ternyata cukup efektif untuk mengelola secara teknis agar lebih banyak lagi kita selamatkan ibu dan anak pada saat proses kelahiran atau persalinan. Di daerah-daerah terpencil, daerah tertinggal, ini menjadi bagian dari posyandu kita, dari puskesmas kita yang harus terus menerus kita galakkan. Di samping itu, kita juga, disamping AKI dan AKB, sumber daya manusia kesehatan kita harapkan terus dapat ditingkatkan. Ini memerlukan sinergi antara Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, rumah-sakit-rumah sakit, pemerintah daerah, Departemen Keuangan, agar sasaran yang telah ditetapkan bisa kita capai. 2008 ada sasaran kuantitatif untuk penambahan sumber daya manusia kesehatan, dan menurut perhitungan kita, mengambil pengalaman tahun 2007, itupun dapat kita capai.
Kita menggarisbawahi salah satu prioritas pada tahun 2008 ini adalah penyediaan obat dan perbekalan kesehatan.
Tentu ada dulu obat dan perbekalan kesehatan itu, harganya terjangkau, ingat bagi yang miskin tentu harus kita berikan bantuan dengan program Askeskin. Kemudian yang memiliki kemampuan untuk membeli obat-obatan dan perbekalan itu mesti membeli, menjadi adil namanya. Dan kemudian kita harapkan mutunya juga dapat terus kita tingkatkan. Kita akan melanjutkan terus pemberantasan penyakit menular di seluruh tanah air, apakah malaria, demam berdarah, DB, flu burung, baik itu preventif maupun kuratif, yang dapat kita padukan secara nasional, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan lembaga-lembaga yang lainnya.
Yang keenam kita menetapkan untuk mengaktifkan, mengintensifkan program perbaikan gizi masyarakat. Apa yang terjadi dua tahun yang lalu, tahun 2006, ada kasus-kasus gizi buruk di beberapa daerah, masih ingat saya di NTB, NTT, dan Papua. Evaluasi yang kita lakukan telah terjadi perbaikan yang signifikan dan kita akan terus lakukan perbaikan gizi ini untuk seluruh rakyat kita dengan langkah-langkah yang intensif.Menyangkut anggaran, sebagaimana saya katakan tadi, tentu, karena ini prioritas, anggaran juga mendapatkan porsi yang secukupnya, sesuai dengan batas kemampuan dari APBN kita. Untuk anggaran kesehatan, ada kenaikan yang menurut saya cukup signifikan. Apabila tahun 2005 jumlahnya 11,7 trilliun, tahun 2006 menjadi 16,3 trilliun, dan tahun 2007 yang lalu menjadi 22,1 trilliun, atau naik 100% dibandingkan anggaran tahun 2005. Harapan kita, anggaran ini betul-betul digunakan dengan tepat. Perlu kepedulian, perlu sinergi dan perlu tanggung jawab bersama di antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Karena dari anggaran kesehatan sebesar itu, kalau lihat porsinya, Pemerintah Pusat itu hanya 13%, itupun termasuk program Askeskin, sedangkan 87% berada pada Pemerintah Daerah.
Melalui forum ini,
saya menginstruksikan kepada pada gubernur, bupati dan walikota di seluruh tanah air agar sungguh memberikan atensi dan memberikan anggaran yang cukup di bidang kesehatan ini, untuk rakyat kita, untuk ibu-ibu kita,anak-anak, terutama mereka yang termasuk golongan miskin ataupun setengah miskin.
Program khusus yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan tentu harus kita
sukseskan. Saya dukung penuh kegiatan pembangunan desa siaga yang jumlahnya cukup banyak. Perlu sinkronisasidengan Departemen Dalam Negeri dan pihak-pihak yang lain, yang ini juga menjadi program utama atau program
khusus pada tahun 2008 ini. The next..... www.setneg.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1486