Rabu, 07 Mei 2008

ASI Dongkrak IQ Bayi


NGIN memiliki buah hati cerdas? Berikanlah ASI sejak lahir karena bayi yang mendapat air susu ibu terbukti memiliki kecerdasan lebih tinggi ketimbang mereka yang hanya diberi susu formula.

Besarnya manfaat ASI bagi kecerdasan bayi diungkapkan para peneliti dari McGill University di Kanada. Hasil riset mereka menyimpulkan bahwa bayi peminum AS menunjukkan hasil tes IQ yang lebih baik pada usia enam tahun.

Namun begitu, para peneliti tidak dapat memastikan apakah tingginya IQ tersebut disebabkan air susu atau pengaruh dari aktivitas menyusui . Riset yang melibatkan 14 ribu anak ini adalah bukti terbaru dari sekian banyak laporan tentang pengaruh positif ASI terhadap kecerdasan.

Masalah yang kerap dihadapi penelitian sebelumnya adalah kesulitan menentukan apakah hasil temuan berkaitan dengan fakta bahwa ibu dari kalangan elit cenderung mau memberi ASI, serta beragam faktor lain yang berhubungan dengan keadaan keluarga yang mempengaruhi kecerdasan.

Namun riset terbaru yang juga dimuat Archives of General Psychiatry ini mencoba memperhitungkan masalah tersebut dengan memantau perkembangan anak sejak lahir di beberapa rumah sakit di Belarusia. Beberapa rumah sakit di negara ini merekomendasikan para ibu untuk menyusui bayi dengan ASI.

Dari riset terungkap bahwa anak yang mendapat ASI ekslusif selama 3 bulan pertama - dan kebanyakan juga berlanjut hingga setahun - mencatat rata-rata 5,9 poin lebih besar dalam tes IQ pada usia 6 tahun.
Para guru juga merata-ratakan anak penerima ASI secara signifikan memiliki kemampuan akademis lebih tinggi, baik dalam membaca dan menulis.

"Pemberian ASI ekslusif jangka panjang tampaknya memperbaiki perkembangan kognitif anak-anak," ujar pimpinan riset Profesor Michael Kramer.

Menurut analisa riset, beragam asam lemak yang terkandung dalam ASI diyakini mampu meningkatkan kecerdasan. Selain itu, aspek fisik dan emosional dalam proses menyusui dapat menciptakan perubahan permanen pada perkembangan otak anak.

Para peneliti juga mengindikasikan kegiatan pemberian ASI meningkatkan interaksi verbal antara ibu dan anak, yang pada gilirannya membantu perkembangan mereka.
Sumber : BBC

Selasa, 06 Mei 2008

NERS : Program Unggulan STIKES


Sebuah lembaga pendidikan yang meluluskan sarjana keperawatan tentu tidak akan sempurna manakala lulusannya tidak difasilitasi untuk mengambil program profesi keperawatan (Ners). Sebagai lembaga pendidikan yang bonafide di Kabupaten Kendal, STIKes Kendal setelah mewisuda lulusannya, para lulusannya difasilitasi untuk pengambilan program profesinya tersebut. Hal ini penting karena tenaga keperawatan adalah kebutuhan dunia, bukan hanya di negara ini saja, melainkan di negara sahabat. Untuk itu guna menghadapi pasar global, maka lulusan STIKes dipersiapkan dengan Ners-nya.
Program ini sudah diselenggarakan sejak STIKes Kendal berdiri, sehingga bukan hal yang baru lagi. Untuk tahun ini pun STIKes menerima 69 sarjananya untuk mengikuti program Ners tersebut. Pada hari Senin 5 Mei 2007 setelah mendapatkan perkuliahan selama 1 bulan dan pembekalan pada Hari Sabtu 3 Mei 2008, para sarjana keperawatan ini diterjunkan ke sejumlah Rumah Sakit yang ada di Jawa Tengah, diantaranya rumah sakit yang berada di kota Pekalongan, Weleri, Kendal, Ketileng, Ungaran, Pedurungan, Semarang dan Puskesmas se-Kab. Kendal.

Jumat, 21 Maret 2008

DEPKES : Klarifikasi Keamanan Susu Formula Bayi


Susu bayi (formula) dan makanan bayi yang beredar saat ini aman dikonsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak pernah mengeluarkan daftar susu yang aman dan berbahaya sebagaimana isu yang beredar di dalam mailing list. Kepala BPOM dr. Husniah Thamrin Akib mengatakan hal ini dalam acara jumpa pers di kantor Departemen Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jum'at 29 Februari 2008. Acara ini juga dihadiri Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkes dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Sukman Tulus Putra, Bagian Mikro Biologi FMIPA IPB dr. Sri Budiarti.

Menurut Kepala BPOM, semua produk pangan yang beredar di masyarakat telah menjalani pemeriksaan BPOM. Dengan demikian bila ada produk yang tidak memenuhi syarat uji mutu pangan dan gizi, maka otomatis tidak akan mendapat ijin edar. Selain itu, pengawasan produk pangan terhadap berbagai macam cemaran dilaksanakan secara rutin. "Susu formula dan makanan bayi termasuk prioritas untuk dilakukan pengujian," tegas dr. Husniah.

Lebih lanjut ditegaskan, selama ini hasil pengujian BPOM terhadap susu formula menunjukkan produk susu formula di Indonesia memenuhi syarat untuk diedarkan. "Dalam 42 tahun sejak 1961 – 2003 penelitian di luar negeri, ditemukan 48 bayi yang terinfeksi Enterobacter Sakazaki (ES). Kasus ini terjadi khususnya pada bayi umur di bawah 1 bulan dengan sistem kekebalan tubuh rendah, berat lahir rendah (BBLR), bayi prematur, dan bayi pengidap AIDS," jelas Husniah.

Husniah menyatakan, minimal ada tiga kemungkinan seorang bayi tercemar susu formula yakni karena bahan baku yang tercemar, kontaminasi saat pasteurisasi dan kontaminasi saat penyiapan susu formula bagi bayi. Oleh karena itu ia menganjurkan pentingnya memberikan ASI Eksklusif (hanya air susu ibu saja) pada bayi umur 0 – 6 bulan sebagai pemberi kekebalan tubuh terbaik bagi bayi. Dengan demikian dapat mencegah cemaran mikroba ES. Namun bila ASI tidak dapat diberikan secara maksimal, penyiapan susu formula harus dilakukan secara higienis, mulai penyiapan dot, menyeduhnya, hingga menyajikannya.

Ketua Umum IDAI dr. Sukman T. Putra, Sp.A mencontohkan cara mengurangi risiko terinfeksi bakteri ES yaitu dengan membuat susu sekali diminum habis untuk menghindari susu berada di suhu ruang terlalu lama. Rebus air minum pembuat susu sampai mendidih dalam ketel/panci tertutup. Setelah mendidih, biarkan air tersebut dalam panci tertutup agar suhunya turun menjadi 700C. Tuangkan air sesuai dengan ukuran ke dalam botol susu yang telah disterilkan. Tambahkan susu bubuk sesuai takaran dan kebutuhan. Tutup kembali botol susu dan kocok sampai susu larut dengan baik. Dinginkan dengan merendam bagian bawah botol susu dengan air bersih dingin. Sisa susu yang telah dilarutkan dibuang setelah 2 jam.

Dr. Sukman T. Putra menyatakan bahwa sampai saat ini di Indonesia tidak didapatkan laporan pada kasus bayi dan anak yang diduga disebabkan oleh kuman yang berasal dari kontaminasi susu formula.

Mengenai penelitian tentang keberadaan bakteri ES dr. Sri Budiasih dari IPB menyatakan bahwa penelitian tersebut dilakukan tahun 2003 dengan sampling susu yang beredar pada masa itu. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari metoda yang lebih murah dalam menemukan bakteri ES dalam susu formula. Penelitian ini baru dipublikasikan tahun 2006. "Jadi saat ini produk yang digunakan saat pengujian itu tidak beredar lagi di masyarakat. Teruskan saja minum susu formula, sejauh tidak ada keluhan khusus pada bayi," tegasnya.

Penelitian yang sempat meresahkan masyarakat khususnya para ibu yang memberikan susu formula pada bayinya, dilakukan peneliti dari IPB Dr. Sri Estuningsih dkk pada bayi tikus (mencit) sebagai binatang coba karena tidak mungkin dicobakan pada manusia. Sampel yang ditelitipun hanya sedikit yakni 5 sampel susu formula dan 6 sampel makanan bayi atau 22.73% dari 22 sample susu bayi dan 40% dari 15 sampel makanan bayi. Penelitiannya pun dilakukan pada tahun 2003 dan baru dipublikasikan tahun 2006 dalam situs IPB.

ASI Ekslusif merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 450/MENKES/SK/IV/2004 yang ditetapkan tanggal 7 April 2004. Menkes menetapkan, pemberian ASI sejak umur 0 – 6 bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai.

Sumber : Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan

Rabu, 19 Maret 2008

Wisuda STIKES Kendal Angkatan II


Pengabdian terhadap masyarakat, adalah tugas mulia semua insan. Kadang tugas itu berat untuk dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat. Tekad tidak selamanya didampingi oleh kesempatan. Namun kesempatan itu kini sudah terwujud, dengan diwisudanya suster cantik dalam Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Kendal Angkatan II Program Reguler dan Angkatan B Program Ekstensi.
Dalam kehelatan akbar Rabu, 19 Maret 2008 ini, STIKES Kendal meluluskan 102 sarjana keperawatan. Dalam kegembiraannya para wisudawan wisudawati dihadapkan pada satu tantangan untuk menjadi seorang pengabdi masyarakat yang profesional.
Berita gembira juga datang kepada para wisudawan wisudawati, bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan memfasilitasi lulusannya untuk bisa bekerja sebagai tenaga medis yang profesional di luar negeri, yaitu di Australia. Bila pada wisuda I STIKES belum siap untuk hal ini, namun pada tahun ini di Wisuda II, hal itu sesuatu yang mungkin untuk dilaksanakan.
Selamat berjuang rekan-rekan Perawat, Tenaga Medis yang Profesional. Mari kita abdikan diri kita untuk bangsa dan negara ini. Mari kita abdikan bagi masyarakat. Berjuang.....!

Senin, 03 Maret 2008

MENTERI KESEHATAN : Petikan Presentasi


Setelah kita mendengarkan laporan dari Menteri Kesehatan dan kita bahas secara mendalam untuk sebuah sinkronisasi dan sinergi dengan apa yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan dengan Kementerian, lembaga-lembaga pemerintah yang lain, maka saya ingin menyampaikan hal-hal penting yang perlu diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia, kebijakan, program, dan langkah nyata pemerintah, khususnya tahun ini dan tahun-tahun mendatang.
Pertama, program dan prioritas kegiatan di sektor kesehatan untuk tahun 2008 yang kita harus sukseskan adalah upaya untuk menurunkan, secara terus menerus, angka kematian ibu dan angka kematian bayi pada saat ibu melahirkan atau pada saat bayi itu dilahirkan. Ini juga menjadi ukuran dari millenium development goals dan ukuran dari pembangunan sektor kesehatan di negeri kita. Perlu saya sampaikan kepada Saudara-saudara bahwa tren atau kecenderungan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi ini berlangsung dengan baik, secara kuantitatif bisa dijelaskan pada saatnya nanti oleh Menteri Kesehatan. Kita ingin melanjutkan upaya ini agar lebih cepat lagi penurunan yang bisa kita bisa lakukan, tentu sesuai dengan sasaran yang telah kita tetapkan, baik di dalam RPDMN maupun rencanarencana
strategis yang lain.
Kita juga menggarisbawahi perlunya sistem transfusi darah yang baik, darah itu tersedia, dan apabila diperlukan untuk penyelamatan ibu dan anak, apabila ada permasalahan dalam proses kelahiran itu bisa segera kita berikan. Kita juga berharap ada satu payung hukum yang kita kemasakinikan yang kita update sehingga terjadi sinkronisasi yang baik antara Departemen Kesehatan, sebagai bagian dari pemerintah, dengan Palang Merah Indonesia ataupun pihak-pihak lain yang ikut mengelola transfusi darah di negeri kita. Dalam kaitan ini kita juga menggarisbawahi perlunya kembali kita revitalisasikan program Keluarga Berencana. Ini sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kita dan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan rakyat dikaitkan dengan daya dukung ekonomi di negeri ini.
Kita juga menggarisbawahi dan kita bahas secara mendalam perlunya terus meningkatkan jumlah dan mutu dari sumber daya manusia kesehatan, para dokter umum, dokter spesialis, tenaga medis, bidan, dan lain-lain, yang juga sangat penting untuk bisa menurunkan AKI dan AKB ini. Kita sependapat untuk terus melanjutkan yang disebut dengan program P3K atau P4K, Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi yang ternyata cukup efektif untuk mengelola secara teknis agar lebih banyak lagi kita selamatkan ibu dan anak pada saat proses kelahiran atau persalinan. Di daerah-daerah terpencil, daerah tertinggal, ini menjadi bagian dari posyandu kita, dari puskesmas kita yang harus terus menerus kita galakkan. Di samping itu, kita juga, disamping AKI dan AKB, sumber daya manusia kesehatan kita harapkan terus dapat ditingkatkan. Ini memerlukan sinergi antara Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, rumah-sakit-rumah sakit, pemerintah daerah, Departemen Keuangan, agar sasaran yang telah ditetapkan bisa kita capai. 2008 ada sasaran kuantitatif untuk penambahan sumber daya manusia kesehatan, dan menurut perhitungan kita, mengambil pengalaman tahun 2007, itupun dapat kita capai.
Kita menggarisbawahi salah satu prioritas pada tahun 2008 ini adalah penyediaan obat dan perbekalan kesehatan.
Tentu ada dulu obat dan perbekalan kesehatan itu, harganya terjangkau, ingat bagi yang miskin tentu harus kita berikan bantuan dengan program Askeskin. Kemudian yang memiliki kemampuan untuk membeli obat-obatan dan perbekalan itu mesti membeli, menjadi adil namanya. Dan kemudian kita harapkan mutunya juga dapat terus kita tingkatkan. Kita akan melanjutkan terus pemberantasan penyakit menular di seluruh tanah air, apakah malaria, demam berdarah, DB, flu burung, baik itu preventif maupun kuratif, yang dapat kita padukan secara nasional, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan lembaga-lembaga yang lainnya.
Yang keenam kita menetapkan untuk mengaktifkan, mengintensifkan program perbaikan gizi masyarakat. Apa yang terjadi dua tahun yang lalu, tahun 2006, ada kasus-kasus gizi buruk di beberapa daerah, masih ingat saya di NTB, NTT, dan Papua. Evaluasi yang kita lakukan telah terjadi perbaikan yang signifikan dan kita akan terus lakukan perbaikan gizi ini untuk seluruh rakyat kita dengan langkah-langkah yang intensif.
Menyangkut anggaran, sebagaimana saya katakan tadi, tentu, karena ini prioritas, anggaran juga mendapatkan porsi yang secukupnya, sesuai dengan batas kemampuan dari APBN kita. Untuk anggaran kesehatan, ada kenaikan yang menurut saya cukup signifikan. Apabila tahun 2005 jumlahnya 11,7 trilliun, tahun 2006 menjadi 16,3 trilliun, dan tahun 2007 yang lalu menjadi 22,1 trilliun, atau naik 100% dibandingkan anggaran tahun 2005. Harapan kita, anggaran ini betul-betul digunakan dengan tepat. Perlu kepedulian, perlu sinergi dan perlu tanggung jawab bersama di antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Karena dari anggaran kesehatan sebesar itu, kalau lihat porsinya, Pemerintah Pusat itu hanya 13%, itupun termasuk program Askeskin, sedangkan 87% berada pada Pemerintah Daerah.
Melalui forum ini, saya menginstruksikan kepada pada gubernur, bupati dan walikota di seluruh tanah air agar sungguh memberikan atensi dan memberikan anggaran yang cukup di bidang kesehatan ini, untuk rakyat kita, untuk ibu-ibu kita,anak-anak, terutama mereka yang termasuk golongan miskin ataupun setengah miskin.
Program khusus yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan tentu harus kita
sukseskan. Saya dukung penuh kegiatan pembangunan desa siaga yang jumlahnya cukup banyak. Perlu sinkronisasidengan Departemen Dalam Negeri dan pihak-pihak yang lain, yang ini juga menjadi program utama atau program
khusus pada tahun 2008 ini. The next..... www.setneg.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1486

Minggu, 02 Maret 2008

ALERGI : Tanggapan Sahabat

ALERGI
Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya nonimunogenik. Dengan kata lain, tubuh manusia berkasi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.
Angka kejadian alergi di berbagai dunia dilaporkan meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. World Health Organization (WHO) memperkirakan di dunia diperkirakan terdapat 50 juta manusia menderita asma. Tragisnya lebih dari 180.000 orang meninggal setiap tahunnya karena astma. BBC tahun 1999 melaporkan penderita alergi di Eropa ada kecenderungan meningkat pesat. Angka kejadian alergi meningkat tajam dalam 20 tahun terakhir. Setiap saat 30% orang berkembang menjadi alergi. Anak usia sekolah lebih 40% mempunyai 1 gejala alergi, 20% mempunyai astma, 6 juta orang mempunyai dermatitis (alergi kulit). Penderita Hay Fever lebih dari 9 juta orang.
Beberapa ahli alergi berpendapat bahwa 30%-50% secara genetik manusia mempunyai predisposisi untuk berkembang menjadi alergi.
PENCEGAHAN
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi:
1. belilah alat penghilang kelembaban karena debu dan jamur sangat menyukai rumah yang lembab. Jaga kelembaban rumah di bawah 50 persen.
2. cuci kain. Mencuci sprei seminggu sekali dengan air hangat akan lebih efektif dan lebih murah daripada membeli alat penyaring udara.
3. bersihkan pekarangan. Daun dan bekas potongan rumput adalah tempat timbulnya jamur dan akan berlipat ganda bila basah terkena hujan.
4. temui ahli. Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul secara musiman membutuhkan perawatan yang berbeda-beda.
Lebih jauh kunjungi :
www.wido25.blogster.com/alergi_pada_dewasa
....semoga sembuh.

Rabu, 20 Februari 2008

Renungan

Ketika adzan subuh berkumandang
Ketika kita tertidur lelap
Ketika bantal gulung dan selimut semakin menempel
Bisakah kita beridiri sejenak
Kita solat, memenuhi kewajiban kita
sebagai seorang hamba-Nya

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor resiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.
Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai "normal". Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Hipertensi biasanya terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau ke atas, diukur di kedua lengan tiga kali dalam jangka beberapa minggu.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut: sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, gelisah, pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.

Tips Bila Bayi Harus Mengkonsumsi Susu Formula

Tips bila bayi harus mengkonsumsi susu formula :
  1. Secara umum komposisi susu formula hampir sama antara satu dengan lainnya
  2. Pilihlah susu formula yg cocok dengan anak. Hal ini dapat dilihat dari : anak tidak kembung, muntah, atau diare setelah minum susu formula
  3. Buatlah susu formula sesuai anjuran yg diberikan masing2 produsen
  4. Tidak dibenarkan untuk mengentalkan susu formula karena susu formula yg kental akan membebani fungsi ginjal, sebaliknya mengencerkan susu formula akan menyebabkan kandungan nutriennya berkurang
  5. Susu formula yg telah dibuat larutan harus dikonsumsi dalam waktu 2 jam. Mengkonsumsi susu formula lebih dari waktu tersebut dapat mengakibatkan gangguan saluran cerna akibat larutan susu sudah tidak baik atau tercemar kuman
  6. Pantau kemungkinan terjadinya alergi susu sapi dengan mengamati timbulnya kemerahan di kulit, gejala saluran cerna seperti muntah, kembung dan diare, dan gejala di saluran nafas seperti pilek, batuk dan sesak nafas.

Alat Kontrasepsi di Indonesia Termurah di Asia

"Kalau dibandingkan dengan di negara lain di sini termasuk yang paling murah. Dengan kualitas yang sama bagus tentu," kata Siswanto Agus Wilopo, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) seperti dikutip ANTARA, Selasa (19/2).Di Indonesia, kata dia, harga satu blister pil KB untuk konsumsi satu bulan hanya Rp2.000 sedangkan di Malaysia harganya mencapai 22 ringgit (1 ringgit sekitar Rp2.600-Rp2.700)."Alat kontrasepsi injeksi untuk tiga bulanan di Indonesia hanya Rp6.000, IUD dengan masa kegunaan 12 tahun harganya Rp20 ribu di sarana pemerintah dan Rp80 ribu di sarana swasta serta implan untuk tiga tahun Rp200 ribu," katanya.Meski tidak menyebutkan harga alat kontrasepsi injeksi, IUD dan implan di negara lain di kawasan Asia harga alat kontrasepsi tersebut bisa dipastikan tetap yang paling murah di kawasan Asia."Jika dibandingkan dengan negara lain di Asia masih yang paling murah. Pesaing yang cukup berat hanya India tetapi itu karena mereka memang memberikan banyak insentif untuk produsen dalam negerinya," katanya."Di sini bisa murah karena tenaga kerjanya murah, bahan baku yang dibeli dari Cina juga murah," demikian Siswanto.
www.kompas.com

Alat Ukur Perkembangan


Pemeriksaan perkembangan anak dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam alat dan metode pengukuran, seperti DDST (Denver Development Screening Test), DDST-R (Revised Denver Development Screening Test), R-PQD (Revised Prescreening Developmental Quesioner) atau yang sering kita kenal dengan nama kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP), dan banyak lagi yang lainnya yang digunakan untuk mengukur perkembangan khusus, seperti perkembangan penglihatan, bahasa, dan lain-lain. Dari beberapa alat dan metode pengukuran perkembangan anak, yang paling tepat dalam penelitian ini adalah R-PQD atau KPSP, karena KPSP mengukur semua aspek perkembangan disamping itu berlaku untuk anak dari usia 0 – 72 bulan. Pemeriksaan dengan KPSP adalah untuk mengetahui seluruh perkembangan anak, apakah normal atau ada penyimpangan. Pemeriksaan KPSP biasanya dilaksanakan rutin ketika anak berumur 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66, dan 72 bulan, bila belum mencapai umur skrining, minta ibu anak tersebut datang kembali pada umur skrining yang terdekat untuk pemeriksaan rutin. Instrumen yang perlu dipersiapkan dalam KPSP diantaranya adalah formulir KPSP yang berisi 9 – 10 pertanyaan tentang kemampuan perkembangan yang telah dicapai anak, pensil, bola, kertas, kerincingan, kubus/kotak berukuran 2,5 – 5 cm3, kismis, kacang tanah dan potongan biskuit. Hasil dari pengukuran menggunakan KPSP dikelompokan menjadi 3 yaitu : (S) jika perkembangan sesuai umur, (M) jika meragukan dan (P) jika terjadi penyimpangan perkembangan (19)

Selasa, 19 Februari 2008

Menarche Pada Remaja Putri

Pubertas didefinisikan sebagai waktu tercapainya kematangan seksual, yang secara klinis di mulai dengan timbulnya tanda-tanda seks primer seperti menstruasi pertama atau menarche pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki. Sedangkan seks sekunder berupa pembesaran payudara, tumbuhnya rambut pubis serta pertumbuhan badan yang pesat.(3)
Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu perubahan pubertal yang pasti dialami setiap pada anak perempuan.(14) Usia menarche sangat bervariasi dan lebih berkorelasi dengan maturasi tulang di banding umur kronologik. Di Amerika sekitar 95% anak perempuan mempunyai tanda pubertas pada umur 12 tahun dan umur rata-rata 12,5 tahun.(15)
1. Faktor yang mempengaruhi usia menarche
a. Faktor Internal
1) Organ Reproduksi
Faktor yang mempengaruhi usia menarche adalah vagina tidak tumbuh dan berkembang dengan baru, rahim yang tidak tumbuh, indung telur yang tidak tumbuh. Beberapa anak tidak mendapat haid karena vaginanya mempunyai sekat. Tidak jarang ditemukan kelainan lebih komplek lagi dimana gadis tersebut tidak mempunyai rahim atau rahim tidak tumbuh dengan sempurna yang disertai tidak mempunyai lubang kemaluan. Kelainan ini disebut ogenesis genitalis bersifat permanen artinya gadis tersebut tidak akan mendapatkan haid selama lamanya.
2) Hormonal
Alat rerpoduksi wanita merupakan alat akhir (end organ). Yang dipengaruhi oleh system hormonal yang komplek. Rangsangan yang datang dari luar masuk dipusat panca indra diteruskan melalui Striae terminalis menuju pusat yang disebut “Puberitas Inhibitor” dengan hambatan tersebut tidak terjadi rangsangan terhadap hypothalamus, yang akan memberikan rangsangan pada “Hipofise Pars Posterior” sebagai “Mother of Glad” (pusat kelenjar-kelenjar). Rangsangan yang terus menerus datang di tangkap panca indera, dengan makin selektif dapat lolos menuju hypothalamus dan selanjutnya terus menuju hipotalamus dan selanjutnya terus menuju hipofise anterior (depan) mengeluarkan hormon yang dapat merangsang kelenjar untuk mengeluarkan hormon spesifiknya yaitu kelenjar tyroid memproduksi hormone tiroksin, kelenjar indung telur memproduksi hormon estrogen dan progesterone, sedangkan kelenjar adrenal menghasilkan hormon adrenalin. Pengeluaran hormon spesifik sangat penting untuk tumbuh kembang mental dan fisik.
Perubahan yang berlangsung dalam diri seorang gadis pada masa pubertas dikendalikan oleh hypothalamus yakni suatu bagian tertentu pada otak manusia. Kurang lebih sebelum gadis itu mengalami datang bulan atau haid, maka hypothalamus itu mulai menghasilkan zat kimia, atau yang kita sebut sebagai “hormon” yang akan dilepaskannya. Hormon pertama yang dihasilkan adalah perangsang kantong rambut (FSH : Folikel Stimulating Hormon). Hormon ini merangsang pertumbuhan folikel yang mengandung sel telur dalam indung telur. Terangsang oleh FSH ini, maka folikel itupun menghasilkan estrogen yang membantu pada bagian dada dan alat kemaluan gadis .
Meningkatkan taraf estrogen itu dalam darah mempunyai pengaruh pada hypothalamus yang disebut “Feed back negative”. Hal ini menyebabkan faktor berkurangnya faktor pelepasan FSH, akan tetapi juga membuat hypothalamus melepaskan suatu zat yang kedua yakin faktor pelepas berupa hormon lutinasi pada gilirannya pula hal ini menyebabkan kelenjarnya bawah otak melepaskan hormon lutinasi, (LH : Lutinishing Hormon) .
Hormon LH ini menyebabkan salah satu folikel itu pecah dan mengeluarkan sel telur untuk memungkinkan terjadinya pembuahan. Folikel yang tersisa akan berantakan dan di kenal dengan “korpus lutium”. Yang selanjutnya menghasilkan estrogen, lalu mulai mengeluarkan suatu zat baru yang disebut progesterone ini mempersiapkan garis alas dari rahim untuk menerima dan memberi makanan bagi sebuah sel telur yang telah dibuahi apabila sel telur tidak di buahi maka taraf estrogen dan progesterone dalam aliran darah akan merosot, sehingga menyebabkan garis alas menjadi pecah-pecah.
Akibat timbulnya perdarahan pada datang haid yang pertama. Perputaran rasa terjadinya ini berlangsung satu kali dalam setiap 28 hari, mulai dari masa pubertas sampai terjadinya mati haid atau menopouse.(16)
3) Penyakit
Beberapa penyakit kronis yang menjadi penyebab terlambatnya haid diantaranya infeksi, kanker payudara dan lain-lain. Kelainan ini menimbulkan berat badan yang sangat rendah sehingga datangnya haid akan tertunda atau tidak datang sama sekali.(17)
b. Faktor Eksternal
1) Gizi
Setiap orang dalam siklus hidupnya selalu membutuhkan dan mengkonsumsi berbagai bahan makanan yang mengandung zat gizi. Zat gizi mempunyai nilai yang sangat penting yaitu untuk memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan dan perkembangan, terutama bagi mereka yang masih dalam pertumbuhan.
2) Pengetahuan Orang Tua
Setiap remaja putri yang mengalami transisi kedewasaan atau mulai menampakan tanda-tanda pubertas terutama menarche akan mengalami kecemasan. Disinilah para orang tua sangat dibutuhkan karena terutama ibu. Pengetahuan penjelasan dari orang tua tentang apa itu menarche akan mengurangi kecemasan pada remaja putri.
3) Gaya Hidup
Gaya hidup memang berperan penting, pada orang-orang yang mempunyai aktifitas olahraga yang sangat tinggi umumnya menstruasi pertama kali datang terlambat kondisi kerap diamati atelit perempuan.(17)
Menstruasi atau haid merupakan periode pengeluaran cairan darah dari uterus, yang disebabkan oleh lepasnya endometrium.(18) Lamanya menstruasi biasanya 3-5 hari.(15) Menstruasi yang pertama atau menarche biasanya dimulai antara umur 10-16 tahun. Hal ini tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi dan berat badan tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi kira-kira berlangsung sekali dalam sebulan sampai wanita mencapai umur 45-50 tahun, hal ini tergantung pula pada kesehatan dan pengaruh-pengaruh lainnya. Akhir kemampuan wanita bermenstruasi disebut menoupause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita.(20)
Siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari dan hanya 10-15% wanita yang memiliki siklus 28 hari. Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarche dan sesaat sebelum menoupause. Pada awalnya, siklus menstruasi tidak teratur. Jarak kedua siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan. Rata-rata pengeluaran darah selama menstruasi adalah 33,2 % ± 16 cc.(15)
2. Tanda-tanda datangnya menstruasi yaitu : (19)
a. Suhu badan meningkat (seperti meriang)
b. Payudara membengkak
c. Pinggang sakit
d. Pusing-pusing
e. Gangguan pada kulit
f. Nafsu makan berlebih
Sebagian wanita pada saat menstruasi tampak biasa-biasa saja, namun ada pula yang mengalami sakit antara lían :(19)
a. Nyeri atau kram di bagian bawah perut
b. Nyeri punggung dan betis
c. Nyeri disepanjang paha bagian dalam


Nike (Thesis 2008)

The relationship of malnutrition and developmental delay within children 1 – 5 year age in Pegandon Public Health Centre, Kendal

Nutrition status is a state of inadequate nutrition determined by several indicator. Malnutrition is caused by lack of information recording the beneficial of nutrition and parents attitude bringing on immunization. Malnutrition may cause developmental delay. This study aims to analyses the relationship between malnutrition and developmental delay within children 1-5 year age in Pegandon Public Children Health Centre, Kendal.

This study is analogist correlation with cross sectional design. The samples involved were 13 malnutrition in December 2007 to January 2008. Population sampling was applied to obtain the sample.

The research result there is relationship between P Value < 0,05.